Pages

Friday, January 18, 2019

Filsafat Sesat


Baru-baru ini, saya semakin ingin nulis yang lebih serius. Selain topik Sistem Informasi, filsafat menjadi salah satu topik yang menarik untuk ditulis. Kenapa coba? Karena selain pernah mendengar dan membaca bahwa orang-orang hebat itu suka filsafat, mata kuliah filsafat juga ada di kurikulum S3 salah satu perguruan tinggi negeri (kalau enggak salah, hampir semua jurusan S3).

Mulalah baca-baca filsafat di internet. Sore ini, saya membaca bahwa filsafat itu bahaya (“sesat”). Ini pendapat yang penulisnya mengutip tulisan seorang ulama terkenal (Salah satu dari imam madzhab yang empat). Alasan sesatnya karena filsafat berasak dari filsuf Yunani (non-Muslim) yang tidak dibimbing melalui wahyu.

Lalu, saya bertanya di dalam hati:
“Benarkah sesat?”
“Benarkah bahaya?”

“Atau itu tulisan berlatar belakang salah faham terhadap filsafat?”

Jawaban untuk ketiga pertanyaan di atas, saya harus baca lagi. Hehehe

Kenapa saya tidak langsung percaya kepada tulisan yang menyatakan sesat tersebut? Karena tidak jarang orang-orang di negeri ini suka langsung ikut-ikutan mengutip pendapat orang lain secara tekstual. Bahkan dengan dalil ikut pendapat guru, mereka tampak enggan berfikir kritis lagi.

Gitu saja dulu ahhh… jangan terlalu serius belajar mah suka langsung lapar. hehehe


Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments:

Post a Comment