Friday, July 13, 2018

6 13 7 Prosa Liris

Ranting belum hadir, pohon apel kesepian. Bintik tunas muncul, apel menyambut riang walau mual, mules dan membengkak seluruh tubuh selama sembilan bulan tak seperti aduhainya saat perawan.

Tunas muncul, apel berseri-seri walau harus gendong sana-sini dan berjaga hingga larut malam. Air separuh jiwa diberikan dengan tulus pantang takut kendur tidak kurang dua tahun lamanya.

Ranting mulai banyak keinginan, buah apel boleh dipetik untuk jajan. Ranting tumbuh dewasa, keinginan semakin banyak, pohon apel pun semakin sering ditinggalkan.

Dahan ditebang agar ranting bisa kuliah. Tangkai ditebang agar ranting bisa berkeluarga. Pohon apel kini tinggal tunggul kering tertancap rapuh ke tanah.

Ranting kian jarang pulang. Ranting asyik bermain bersama belahan jiwa dalam limpahan harta, sedangkan tunggul apel menanti di kesendirian. Kulit keriput, akar pun semakin lemah. Hari demi hari hanya bertemankan air mata kerinduan.

Ranting terpelanting jatuh terjun bebas hingga terperosok ke lubang curam yang sangat dalam. Harta, tahta dan wanita berlarian tunggang langgang meninggalkannya secepat kilat.

Kini ranting tinggal seorang diri. Air dan pupuk organik pun sudah tak berasa apa-apa. Hambar semuanya!

Ranting menatap langit dengan pandangan sedikit kabur dan kosong. Ia teringat pohon apel yang selalu ada untuknya. Berkorban nyawa saat tunas terlahir. Asyik bermain saat kecil. Berkorban segalanya saat ranting dewasa.

Ranting kembali menghampiri tunggul apel yang semakin rapuh. Tunggul apel berlinang air mata menangis karena sudah tidak ada lagi yang bisa diberikan.

Pohon apelku, maafkan rantingmu ini
Telah lama meninggalkanmu dalam kesendirian
Kini ranting kembali
Hanya ingin duduk dan tiduran di pangkuanmu
Maafkan ranting, duhai pohon apelku
Maaaaaf....!

Ranting meneteskan air mata sambil merasakan kehangatan pelukan tunggul apel yang sudah berusia senja. Elusan jari-jarinya yang sudah keriput masih hangat terasa saat mengelus-elus rambutnya.

Rantingku yang manis
Tak perlu sedih dan tak perlu mencari tempat untuk pulang
Tinggallah bersamaku lagi
Aku makan, engkau akan makan
Aku minum, engkau akan minum
Tidurlah di pangkuanku
Sampai ajal menjemputku.

Ranting pun memeluk erat tunggul yang semakin keropos. Air matanya tak tertahankan lagi.

Maafkan aku, Ibuuuu....!
Maaaaaf....!
Aku telah terlalu lama meninggalkanmu
Tapi sayangmu tak pernah terputus.

#LHI_ProsaLiris_Komtas
Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: