Monday, April 23, 2018

4 23 4 Ibu

Saat itu, saat aku mau kembali ke kota, Ibu selalu mengiringi dengan doa dan tetesan air mata untuk kesuksesan kuliah dan karirku.

Namun, sukses yang dikejar, malah gagal dan gagal yang sering datang.

Tak ingin membuat Ibu merasa heran doanya lama sekali belum dikabulkan. Tak ingin air mata ketulusan ibu selalu membasahi pipinya. Aku merasa air mata ibu terlalu mahal kalau hanya untuk mengiringi kepergianku yang tak jelas takdir apa yang telah Allah goreskan.

Agak lama jarang peluk ibu biar ibu tak merasa rindu karena kami jarang bertemu. Biarlah ibu bahagia bersama kakak dan adikku. Sementara aku, cukuplah memeluk rindu bersama irama kehidupan yang tak jelas ritmenya.

Kini, rupanya Ibu sudah tampak senang bersama senyuman saudara-saudaraku. Inilah yang membuat aku berani memeluknya lagi dengan harapan masih sama, tak ingin tetesan air mata ibu kembali mengiringi masa senjaku. Tapi cukuplah senyum manis Ibu yang mekar di taman rindu. Hehe

#komtas_kenangan
Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: