Sunday, February 4, 2018

KerupukSpesial 7

#KerupukSpesial 7
Udik duduk termenung di pinggir kolam kecil ukuran 3 meter persegi sambil memandang tumpukan koran bekas dan kertas catatan kuliah yang terus mengambang, tak mau tenggelam.

Koran itu dikumpulkan Udik dari kosan kakaknya dekat UIN Bandung sejak kuliah semester 1. Ia suka artikel tentang pendidikan.

"Kenapa koran-korannya ditenggelamkan, Dik?" Tetehnya heran karena sebelumnya, koran itu tak boleh diminta orang untuk bungkus gorengan, dibakar, apalagi dijual kiloan.

Udik hampir selalu bilang ke Tetehnya, "Ini bekal nanti jadi profesor, Teh."

Mata Udik berkaca-kaca. Pipinya memerah. "S2 Udik tidak sampai lulus Teh, hanya satu lagi, tesis, Teh, tesiiiis. Padahal sudah rajin belajar dan berdoa. Kalau sudah begini, buat apa lagi nyimpan koran-koran ini? Tambah pusing, tambah sesak saja rumah kita yang kecil ini."

Kakaknya hanya bisa memandang, kaget.

"Runtuhnya kejayaan Islam di Baghdad ditandai dengan hancurnya perpustakaan besar pusat peradaban dunia saat itu. Runtuhnya cita-citaku kini ditandai dengan ditenggelamkan kertas-kertas ini."

Setelah itu, Udik segera ke rumah. Kemudian, membongkar ratusan buku dari rak untuk dimasukkan karung-karung.

"Ini kenapa lagi, Dik?" Kata Teh Anti.

"Biar berhenti bercita-cita, Teh." Udik tersenyum pahit.
Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: