Sunday, February 4, 2018

KerupukSpesial 5

#KerupukSpesial 5
Mungkin karena jarang pulang, Udik "terlupakan" oleh kampung kelahirannya sendiri.

"Aa Udik, kapan pulang, ya Ibu? Kangen...!" Ibu menirukan pertanyaan saudara, tetangga dan teman-teman Udik di kampung saat ditelpon.

"Dik, kapan pulaaang? Di kolam Aa, ada ikan nila nih," kata Aa Ajang di telpon.

"Aa, teman-teman banyak yang nanyain." Adik Udik senyum-senyum ngajak pulang kampung bareng.

"Doakan saja, bila ada rezeki, Aa segera pulang. Ini kan kuliah belum selesai-selesai. Jadi, uang buat oleh-olehnya habis melulu. Haha..." Udik tertawa sambil ngasih goreng kerupuk dan bala-bala buatannya.

Suatu hari, Udik pulang kampung. Ia ikut kakaknya ke kebun mengenakan pakaian bekas saat SMA. Tetangga jauh yang lewat mengiranya itu adik Udik. "Oh maaf, dikirain bukan Jang Udik. Kapan dari kota....?" kata yang bawa lodong lahang.

Saat ngajak keponakannya ke minimarket, ada seorang ibu nanya, "Aa ini Si Bungsu ya?"
"Iya, Bu". Udik tersenyum.
Baru lima langkah, ibu itu mendekati lagi. "Ini Aa Udik ya? Bukan Aa Ajang. Ini bungsu Aa Ajang. Kapan dari kota? Kapan mau nikah?"

Ingat kejadian-kejadian itu tak jarang membuat Udik takut dikira lupa kampung halaman. Tapi....demi cita-cita, terkadang harus memilih walaupun sulit. Yang penting, "cinta pada kampungku selalu tertanam di lubuk hati yang paling dalam," gumam Udik sambil membuka kamus bahasa Inggris.
Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: