Wednesday, May 25, 2016

Menggandakan Bitcoin di Huobi



Jika trading di Bitcoin.co.id, saya mengumpulkan untung dalam bentuk Rupiah. Sedangkan di huobi, saya mengumpulkan untung dalam bentuk Bitcoin lagi. Dengan demikian, trading di Bitcoin bertujuan untuk menambah jumlah Bitcoin atau menggandakan Bitcoin.


Contoh: Saya punya 0.01 BTC (Rp 50.000an). Saya tukar ke CNY (mata uang China). Kemudian saya beli lagi Bitcoin dengan harga lebih murah. Kini, Bitcoin saya menjadi 0.0101 BTC. Berarti saya mendapatkan penambahan Bitcoin sebesar 0.0001 BTC atau senilai Rp 500 lebih.

Untung Rp 500 itu terjadi hanya dalam satu kali transaksi dengan modal Rp 50.000. Jika kita mampu melakukan 10 kali transaksi dalam sehari, maka prediksi keuntungan Rp 500 x 10 transaksi = Rp 5.000 per hari.

Mungkin ada yang terhipnotis juga hingga muncul pertanyaan:
Jika modal 1 juta berarti untung 50.000 per hari?
Jika modal 5 juta berarti untung 250.000 per hari?
Jika modal 10 juta berarti untung 500.000 per hari doooong?
Tunggu dulu…..jangan terlalu ingin cepat kaya….!

Dalam trading tidak selamanya untung. Bisa jadi, kita menargetkan order jual agar laku tidak lebih dari 1 jam. Namun, kenyataannya malah dalam 1 hari tidak laku-laku. Inilah yang dimaksud bahwa Bitcoin trading itu termasuk bisnis beresiko tinggi.

Bahkan saya menduga bahwa semua trader itu pasti harus mengalami rugi. Lalu, kenapa mereka bisa untung? Karena mereka bisa menerima kerugian sedikit untuk kemudian meraih untung lebih besar.

Misalnya begini:
Saya beli Bitcoin senilai Rp 100.000
Saya pasang order jual senilai Rp 100.500
Ternyata harga Bitcoin malah turun dari Rp 100.000 menjadi Rp 90.000.

Nah, sebagai trader kita harus mampu memutuskan untuk rela menjual Bitcoin dengan nilai Rp 90.000 walaupun modalnya Rp 100.000 sehingga kita menderita kerugian Rp 10.000. Ini terjadi untuk menghindari harga Bitcoin turun terus hingga di bawah Rp 90.000. Daripada rugi Rp 20.000 lebih baik rugi Rp 10.000, bukan?

Kalau rugi Rp 10.000, kapan untungnya?
Nanti, harga Bitcoin biasanya akan naik lagi. Ketika Bitcoin diprediksi akan naik terus, maka kita pasang order beli untuk kemudian pasang order jual lagi.

Misalnya, setelah kita menjual murah senilai Rp 90.000, Bitcoin terus turun ke nilai Rp 78.000. Namun tiba-tiba pergerakan harga menunjukkan Bitcoin akan naik lagi. Maka kita beli di nilai Rp 80.000, kemudian pasang order jual dengan nilai Rp 90.000. Berarti kita untung Rp 10.000. Sampai di sini, kita belum untung karena tadi rugi Rp 10.000. Jadi, baru balik modal.

Ternyata harga Bitcoin masih naik, kita beli lagi di nilai Rp 90.000, kemudian pasang order jual Rp 100.000, maka kita untung Rp 10.000. Nah, ini baru untung.

Walaupun judul postingan ini tentang trading di Huobi, tapi sengaja saya membuat ilustrasi dengan Rupiah agar lebih mudah dipahami.

Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: