Friday, April 29, 2016

Investasi Bitcoin Yang Aman Terpecaya



Secara sederhana, investasi itu kita menyimpan/menabung sejumlah uang dengan harapan akan menerima sebagian keuntungan dari para pengelola investasi. Jadi, kita tidak melakukan apapun selain duduk manis sambil menantikan kehadiran transferan.


Membaca penjelasan pada paragraf di atas para investor akan merasa sangat dimanja ya….? Tapi sebenarnya tidak demikian.

Jika kita benar-benar ingin bergelut dalam bisnis investasi tentu tetap harus memikirkan resiko untung dan ruginya.

Begitu juga dalam investasi, kita sebaiknya harus siap untung dan siap rugi juga. Kenapa? Ini pola kerja sebuah sistem investasi.

Investor A memodalkan sejumlah uang di perusahaan B.
Perusahaan B menggunakan modal dari Si A untuk menjalankan bisnisnya.
Perusahaan B tidak selalu untung, bukan?
Oleh karena itu, jika pendapatan dari investasi kita tidak tetap, bahkan modalpun berkurang, maka tidaklah aneh karena perusahaan B tidak selalu untung.

Namun ada juga tawaran bahwa investor A akan selalu untung. Ini tidak berarti perusahaan B selalu untung dalam bisnisnya, tapi walaupun perusahaan B mengalami kerugian, perusahaan tersebut berani mengambil dari modalnya untuk membayar investor A. Dengan cara ini, Investor A menganggap perusahaan investasi B selalu untung, padahal nyatanya tidak demikian.

Lalu, kalau perusahaan B harus membayar untung ke investor A walaupun mengalami kerugian, untuk apa menampung modal dari investor A?

Ini sedikit gambaran perhitungannya:
Perusahaan B bisa meraih untung Rp 5 juta per bulan dengan modal sendiri sebesar Rp 5 juta. Jadi, apabila modalnya Rp 10 juta, maka kemungkinan untung yang diperoleh akan sebesar Rp 10 juta.

Nah, agar memperoleh modal Rp 10 juta itulah Perusahaan B menerima investasi dari Si A.

Dengan modal gabungan (milik sendiri dan modal dari Si A), maka perusahaan B sekarang mempunyai modal utama Rp 10 juta. Prediksi keuntungan Rp 10 juta. Dengan demikian, dalam sebulan perusahaan B akan memiliki uang Rp 20 juta (10 juta modal + 10 juta untung).

Misalnya, kesepakatan bagi untung antara perusahaan B dan investor A sebesar 50:50, maka:
Investor A akan menerima untung Rp 5 juta,
sedangkan perusahaan B akan mendapatkan untung Rp 15 juta.

Model investasi seperti di atas sekarang sudah semakin merambah dunia internet. Salah satu yang cukup booming di mata saya adalah investasi Bitcoin.

Salah satu kemudahan berbisnis Bitcoin adalah dapat dilakukan secara online. Dua peran Bitcoin sebagai penopang kesuksesan bisnis/usaha kelas kecil dan menengah, yakni:

1. Bitcoin sebagai komoditi yang diperjual belikan
2. Bitcoin sebagai mata uang digital

Mari sedikit merunut kedua poin di atas!
1. Bitcoin sebagai komoditi yang diperjual belikan
Dengan hadirnya Bitcoin trading atau jual/beli Bitcoin, ini memberikan peran bahwa Bitcoin seperti emas yang dapat diperjual belikan.

Kita membeli Bitcoin pada saat harga murah, kemudian dijual pada saat harga mahal. Maka terciptalah keuntungan alias laba alias profit.

Misalnya, kita membeli Bitcoin hari ini dengan uang Rp 300.000. Kemudian kita jual Bitcoin dengan harga Rp 330.000. Maka kita memperoleh untung Rp 30.000.

2. Bitcoin sebagai mata uang digital
Walaupun pemerintah Indonesia atau Bank Indonesia tidak mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang syah, tapi nyatanya Bitcoin sudah berperan sebagai alat pembayaran baik level nasional maupun internasional.

Tidak ada pengakuan dari pemerintah tidak mungkin membuat Bitcoin berhenti karena sistem barter juga masih bisa dilakukan. Misalnya: kita menukar ayam dengan bebek, apakah pemerintah dapat mencegahnya? Tentu tidak.

Begitu juga yang terjadi dalam Bitcoin. Ketika ada orang ingin menukar Bitcoin dengan Rupiah atau Dollar, apakah pemerintah bisa melarangnya? Tentu tidak, selama pemerintah tersebut masih menghargai kemakmuran rakyatnya.

Jadi, investasi Bitcoin menjadi hal yang sangat mungkin dilakukan saat ini dan memiliki prospek cukup cerah selama dijalankan dengan manajemen bisnis yang baik.

Tantangannya adalah mengetahui manakah penyelenggara investasi Bitcoin yang aman dan dapat dipercaya? Inilah yang membutuhkan informasi, ilmu dan doa untuk menjawabnya.

Walaupun sebuah situs mengklaim sebagai sebuah perusahaan bonafide dan terdaftar di sebuah negara, tetap saja ini tidak menjamin akan terhindar dari penipuan.

Saya sudah mencoba beberapa situs yang tampak legal karena terdaftar di domain pemerintah (.gov), tapi buktinya tetap scam alias penipuan. Jadi, investasi online itu membutuhkan kecepatan yang relatif tinggi.

Kalau bisa melakukan withdrawal tiap hari, maka lakukanlah! Kalau tidak, bisa jadi uang kita hilang dibawa kabur pemilik situs.

Karena cukup susahnya mencari situs yang berani mengembalikan modal para investor, saya mencoba menghadirkan situs Rupdo sebagai tempat investasi Bitcoin.

Target utama saya adalah modal investor harus bisa dikembalikan.
Target selanjutnya adalah memberikan keuntungan (profit) kepada para investor.
Target selanjutnya lagi adalah mengajak para investor untuk tidak menggunakan profitnya untuk aktivitas konsumtif, tapi gunakanlah untuk modal bisnis dalam bidang lain.

Misalnya mendapatkan profit Rp 1 juta dari Rupdo, maka sebaiknya tidak digunakan untuk shopping, tapi buatlah usaha kecil-kecilan. Kalau belum punya ide usaha lain, tabungkan saja di bank atau investasikan kembali ke Rupdo. Ini selain menghindari kebiasaan berpoya-poya, kita juga akan terbiasa untuk hidup sederhana walaupun mempunyai uang.

Singkat kata, ciri investasi Bitcoin yang aman dan terpercaya adalah situs yang menjamin bahwa modal investor akan dikembalikan. Jaminan ini tidak hanya berupa kata-kata manis di halaman situsnya, tapi benar-benar dilakukan ke rekening Anda!

Susah mencari situs investasi Bitcon terpercaya?
1. Kumpulkan informasi di internet sebanyak-banyaknya tentang pengalaman orang lain yang sudah berinvestasi.
2. Mulailah dengan modal kecil dulu (di bawah Rp 500.000)

Masih sulit juga?
Silahkan bergabung di Rupdo.

Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."

No comments: