Monday, February 5, 2018

6

hot weather~
a farmer shelters under a leafy tree

cuaca panas~
petani berlindung di bawah pohon rindang

طقس حارّ
زارع يستذرى تحت شجرة وارفة

Thaqsun harrun
Zari'un yastadzra tahta syajaratin warifatin
*
musim panen~
burung pipit hinggap di atas daun padi

di pedesaan~
bunga mekar di halaman rumah

cuaca panas~
kucing tidur di tanah teras rumah

di sudut kolam~
capung hinggap di atas bunga teratai yang sedang mekar
*
Jika belajar IDA terlalu tergantung pada orang lain, maka kemungkinan akan sering bolos.

Tapi jika kita praktik IDA tiap hari satu kalimat saja, maka secara tidak langsung akan memotivasi idaer lain untuk menulis juga, bahkan ada yang mengoreksi.

Ikut grup itu, kemudian diam. Ikut grup sana, kemudian nunggu guru. Ya hasilnya hanya penantian yang tak bertepi saja. Hehe

#idaGroup
*
Cintaku padamu tak kan pudar
Udara segar menyambut rindu
Pepohonan pancarkan pesona hijau
Jalan terlukis seindah senyuman
Pantai terbentang sejauh mata memandang
Oh Cisewu....!
Tunggu Abah pulang.....!

#SenandungCisewu

Foto kiri: Cikelet, Garut Selatan
Foto kanan: mesjid Agung Garut Selatan di Cicalobak

Cisewu cocok untuk bermain dan mencari kigo haiku bala-bala juga. Hehe Bahkan dikenal banyak yang cantik alami lho....! hahaha

Thank you atas izin fotonya, ya Neng Yuni Winda.  Awesome......!
*
#idaTasdik

Leaf
flies
A crocodile flies
*
ورق
يطير
تمساح يطير
*
Waraqun
Yathiru
Timsahun yathiru
*
Daun
Terbang
Buaya terbang
**
*Belajar vocab
*
#idaArab 25/1

1. Tuliskan satu kalimat bahasa Arab atau Inggris beserta artinya!
2. Minimal dua kata
3. Maksimal 5 kata
4. Boleh melihat kamus
5. Sertakan cara baca latin bila teks Arabnya tanpa sakal/harokat!

Abah mungkin akan memeriksa 10 kalimat saja ya...! :)

Yang sudah bisa, boleh ikut ngoreksi jawaban para idaer atau jawaban Abah.

Tak perlu takut salah agar kita semakin terbiasa praktik Arabic.
*
#ida

Tanpamu (laki)
Tanpamu (perempuan)
*
without you.
(Untuk laki dan perempuan sama)
*

بدونكَ
بدونكِ
*
bidunika (untuk laki)
biduniki (untuk perempuan)

5

Assalamu'alaikum wr. wb.
Yth. Para Idaer,

Abah sedang melakukan penelitian tesis (S2) di STMIK LIKMI Bandung.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semuanya. Bila berkenan, Abah mohon izin mau merepotkan nih. Hehe...

Tidak direncanakan dari awal, tiba-tiba minggu ini terbersit minta bantuan dari para Idaer yang baik hati. Semoga disetujui pembimbing. Hehe...

Sekarang, Abah sedang membutuhkan calon responden kira-kira 100 orang.

Kuesionernya menyusul. Tapi intinya responden membuka web haji.kemenag.go.id menggunakan komputer (bukan HP).

Contoh pertanyaannya:
1. Apakah ada update berita? Ya, Tidak
2. Apakah ada fasilitas polling? Ya, Tidak
3. Apakah ada fasilitas chat? Ya, Tidak
4. Apakah ada fasilitas forum? Ya, Tidak
5. Apakah ada kotak komentar? Ya, Tidak
6. Dll.
(Nama teman-teman akan dirahasiakan)

Agar ada gambaran sebelum penyebaran kuesioner, yang berkenan berpartisipasi, silakan berkomentar OK pada post ini ya...!

Sebelumnya, Abah haturkan terima kasih dan maaf merepotkan serta mengganggu aktivitas belajar teman-teman semua. Maaf....! :)

#ida
#ida

Bahagia
Kebahagiaan
Membahagiakan
Membahagiakannya (-nya: dia perempuan)
*
Happy
Happiness
Make happy
Make her happy
*
سعيد
سعادة
يسعد
يسعدها
*
Sa'ada
Sa'adatun
Yus'idu
Yus'iduha
*
Dia (laki) tersenyum
Dia (perempuan) tersenyum
Manis
*
He smiles
She smiles
Sweet
*
هو يبسم
هي تبسم
حلو
*
Huwa yabsimu
Hiya tabsimu
Hulwun
*
Tips penelitian tesis 2018:
1. Lupakan gadis cantik
2. Lupakan cita-cita
3. Fokus selesai tepat waktu
4. Non-stop lagu dangdut "Seperti Mati Lampu" dari Nassar.

Sampai poin 3, penelitian Udik berjalan lancar. Pas coba poin 4, Udik ambruuuuk.... hahaha

#Udik
*
*Tips Jomblo Menghadapi Skripsi*

Oh angin cinta...
Bawalah aku menuju Bab 5
Oh angin rindu...
Tiuplah aku melewati sidang akhir
Oh badai asmara....
Terbangkanlah menuju pelaminan. Hahaha

#udik

*
Langkah menyusun skripsi:
1. Kerjakan bab satu
2. Kerjakan bab tiga
3. Kerjakan bab dua
4. Kerjakan bab empat dan lima
5. Kerjakan bab sebelas.

Kenapa bab tiga dikerjakan sebelum bab dua, Dik?
Bab 2 itu teori pendukung. Saat mengerjakan bab 4 juga, Bab 2 masih mungkin berubah.

Kenapa dari Bab 5 langsung Bab 11?
Bab 6-11 berisi proposal lamaran buat pembimbing yang cantik, biar cepat lulus. Hihihi

#udik
*

4

Bu Dosen: Dik, kenapa Bab 5 ada area kosong cukup satu paragraf?

Udik: Bu Dosen yang cantik. Saya kan punya tiga rumusan masalah. Satu rumusan masalah dijadikan satu paragraf.

Bu Dosen: Iya, berarti satu paragraf lagi, kan?

Udik: Malu menuliskannya, Bu.

Bu Dosen: Kenapa mesti malu? Tuliskan saja sejujurnya!

Udik: Bogoh, Bu, Bogoh....!

Bu Dosen: Kok pendek sekali paragrafnya?

Udik: Ibu harus kursus bahasa Sunda ya...!

Bu Dosen: Aku juga orang Sunda dan ngerti bahasa Sunda. Yang gak ngerti, kenapa aku juga bogoh pada Kang Udik.

Udik: Bu doseeeeennn.....cantiiiiik....


#udik
*
Member grup IDA saat ini lebih dari 2000. Alhamdulillah.

Sebelum membuat grup ini, saat rajin menulis tentang Neng Ida, pernah nulis bahwa Abah akan menyebut nama Neng Ida sebanyak 1001 kali, eh sekarang sudah lebih. Ini sejarah yang tak terbantahkan! Hahaha

Yuk atuh sing berani nulis IDA teh.... hehehe

Yang lucu-lucu, indah dan ringan juga atuh biar Abah tak perlu sering bengong dan buka kamus. Hehe

#idaGroup
*
Tips Menemukan Ide Skripsi:
1. Semester 2
Mulai lihat-lihat skripsi orang lain di perpustakaan atau internet, minimal baca judulnya.

2. Semester 3-4
Mulai milih minimal satu skripsi yang cocok dengan minat dan kemampuan kita.

3. Semester 5
Sebaiknya sudah punya minimal satu skripsi yang sangat mirip dengan skripsi yang akan kita buat. Bisa download dari internet, copy dari perpustakaan kampus jika dibolehkan atau minta soft file-nya dari kakak kelas.

4. Semester 6
Sudah mulai baca-baca referensi terkait topik skripsi yang akan kita buat.

5. Semester 7
Jangan sampai baru baca contoh skripsi! Hehe

6. Semester 8
Siap sidang akhir di kampus dan sidang awal di rumah calon mertua. Hihihihi

#udik
*
Sebelum mandi, Udik nulis:
"Esensi kehidupan adalah ketiadaan."

Abah sampai geleng2 kelapa. Hehe

#udik

#ida

Di
Kamar mandi
Di kamar mandi
*
In
Bathroom
In a bathroom
*
فى
حمّام
فى حمّام
*
fi
hammamun
fi hammamin

Sunday, February 4, 2018

KerupukSpesial 8

#KerupukSpesial 8
"Mah, boleh pinjam baju bekas Udik saat SMA?"

"Gak malu gitu sama tetangga, dosen pakai baju jelek? Kampusnya suka masuk TV lagi."

"Dosen swasta, Mah."

"Guru-guru honorer yang gajinya di bawah kamu di sini biasanya bagus-bagus bajunya walaupun di luar sekolah." Ibunya memberi kode kurang setuju.

"Ah Mamah. Udik kan mau ikut kakak ke kebun, masa harus pakai dasi?" Udik terkekeh-kekeh sambil ngambil baju kaos olahraga bekas ia SMA yang dikeluarkan ibunya dari lemari.

KerupukSpesial 7

#KerupukSpesial 7
Udik duduk termenung di pinggir kolam kecil ukuran 3 meter persegi sambil memandang tumpukan koran bekas dan kertas catatan kuliah yang terus mengambang, tak mau tenggelam.

Koran itu dikumpulkan Udik dari kosan kakaknya dekat UIN Bandung sejak kuliah semester 1. Ia suka artikel tentang pendidikan.

"Kenapa koran-korannya ditenggelamkan, Dik?" Tetehnya heran karena sebelumnya, koran itu tak boleh diminta orang untuk bungkus gorengan, dibakar, apalagi dijual kiloan.

Udik hampir selalu bilang ke Tetehnya, "Ini bekal nanti jadi profesor, Teh."

Mata Udik berkaca-kaca. Pipinya memerah. "S2 Udik tidak sampai lulus Teh, hanya satu lagi, tesis, Teh, tesiiiis. Padahal sudah rajin belajar dan berdoa. Kalau sudah begini, buat apa lagi nyimpan koran-koran ini? Tambah pusing, tambah sesak saja rumah kita yang kecil ini."

Kakaknya hanya bisa memandang, kaget.

"Runtuhnya kejayaan Islam di Baghdad ditandai dengan hancurnya perpustakaan besar pusat peradaban dunia saat itu. Runtuhnya cita-citaku kini ditandai dengan ditenggelamkan kertas-kertas ini."

Setelah itu, Udik segera ke rumah. Kemudian, membongkar ratusan buku dari rak untuk dimasukkan karung-karung.

"Ini kenapa lagi, Dik?" Kata Teh Anti.

"Biar berhenti bercita-cita, Teh." Udik tersenyum pahit.

KerupukSpesial 6

#KerupukSpesial 6
"Mamaaah...., aku jadi dosen terbaik. Ada bonusnya, Mah. Mamah kapan ke Bandung lagi? Kita jajan bakso." Udik sembringah nelpon ibunya.

"Alhamdulillah. Putra mamah yang ganteng, shaleh dan sabar memang hebat. Mamah kan baru bulan kemarin dari Udik." Ibu Udik tertawa kecil.

"Enggak apa-apa sering juga. Kan kalau Udik yang pulang, belum ada oleh-oleh buat anak-anak saudara dan tetangga. Kasihan mereka menyambut hangat, tapi tak kebagian oleh-oleh. Uang Udiknya habis melulu buat kuliah, Mah."

"Gak apa-apa, nanti beres kuliah bisa pulang juga, kan?"

"Insya Allah, Mah. Jadi, kapan Mamah ke Udik lagi? Hehehe"

"Eh ini anak. Tadi dibilangin baru bulan kemarin dari sana. Sekarang bikin keripik talas dulu," kata Ibunya tertawa.

"Makasih, Mamah. Mamah cantik deh. Hehehe...."

KerupukSpesial 5

#KerupukSpesial 5
Mungkin karena jarang pulang, Udik "terlupakan" oleh kampung kelahirannya sendiri.

"Aa Udik, kapan pulang, ya Ibu? Kangen...!" Ibu menirukan pertanyaan saudara, tetangga dan teman-teman Udik di kampung saat ditelpon.

"Dik, kapan pulaaang? Di kolam Aa, ada ikan nila nih," kata Aa Ajang di telpon.

"Aa, teman-teman banyak yang nanyain." Adik Udik senyum-senyum ngajak pulang kampung bareng.

"Doakan saja, bila ada rezeki, Aa segera pulang. Ini kan kuliah belum selesai-selesai. Jadi, uang buat oleh-olehnya habis melulu. Haha..." Udik tertawa sambil ngasih goreng kerupuk dan bala-bala buatannya.

Suatu hari, Udik pulang kampung. Ia ikut kakaknya ke kebun mengenakan pakaian bekas saat SMA. Tetangga jauh yang lewat mengiranya itu adik Udik. "Oh maaf, dikirain bukan Jang Udik. Kapan dari kota....?" kata yang bawa lodong lahang.

Saat ngajak keponakannya ke minimarket, ada seorang ibu nanya, "Aa ini Si Bungsu ya?"
"Iya, Bu". Udik tersenyum.
Baru lima langkah, ibu itu mendekati lagi. "Ini Aa Udik ya? Bukan Aa Ajang. Ini bungsu Aa Ajang. Kapan dari kota? Kapan mau nikah?"

Ingat kejadian-kejadian itu tak jarang membuat Udik takut dikira lupa kampung halaman. Tapi....demi cita-cita, terkadang harus memilih walaupun sulit. Yang penting, "cinta pada kampungku selalu tertanam di lubuk hati yang paling dalam," gumam Udik sambil membuka kamus bahasa Inggris.